ANDRI SUWANDI

Selamat Datang di Blog Andri Suwandi. Bergerak, Tergerak, Menggerakkan. Tetap Belajar Walau Sudah Mengajar

Perpustakaan Digital

Berisi kumpulan buku-buku Digital.

Peringkat 1 Latsar CPNS Tahun 2021

Latsar CPNS Golongan III Angkatan LXX Kalimatan Barat 2021.

Game Aku Bisa Perkalian

Berbasis Android.

Sabtu, 03 Oktober 2026

✨ Berbagi Praktik, Menyalakan Inspirasi, Menguatkan Pembelajaran ✨

 


Tanggal 1 Oktober 2026 menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya ketika dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam: “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Literasi, Numerasi, dan Praktik Pembelajaran Bermakna” yang dilaksanakan di Aula SMPN 2 Kabupaten Sanggau.

Dalam kesempatan ini, saya berbagi praktik dan pengalaman tentang Pemanfaatan Rumah Pendidikan dan Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Bagi saya, teknologi bukan sekadar tentang perangkat digital, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, kreatif, dan bermakna bagi murid.

Kegiatan ini semakin istimewa karena diikuti oleh 100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA se-Kabupaten Sanggau. Perbedaan jenjang justru menjadi kekuatan, karena dari sana lahir beragam gagasan, kreativitas, dan praktik baik yang sangat inspiratif.

👏 Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh peserta!
Karya, ide, dan semangat yang ditunjukkan begitu luar biasa. Setiap peserta membawa cerita dan inovasinya masing-masing. Semoga apa yang telah dipelajari tidak berhenti di ruang workshop, tetapi terus tumbuh menjadi praktik nyata yang menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna di sekolah.

🙏 Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sanggau sebagai penyelenggara, atas kepercayaan, kolaborasi, dan ruang yang diberikan untuk terus berbagi dan belajar bersama. Terimakasih juga kepada IGI Kota Singkawang yang sudah memberikan ruang kepada saya.

Karena sejatinya, guru tidak pernah berhenti belajar. Ketika guru terus bertumbuh, maka semakin banyak murid yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

🌱 Satu gagasan dapat menginspirasi. Satu guru dapat menggerakkan. Dan ketika banyak guru bergerak bersama, perubahan pendidikan akan menjadi nyata.

Andri Suwandi, S.Pd.
Guru SDN 61 Singkawang
Pengurus Daerah IGI Kota Singkawang


DARI GURU, MENJADI PENULIS, MENJADI WARISAN

 

Tanggal 28 September 2026 menjadi salah satu catatan berharga dalam perjalanan saya untuk terus belajar dan berbagi. Saya mendapat kepercayaan menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Program SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku): Menulis Buku Ber-ISBN Sampai Terbit Tahun 2026, yang dilaksanakan di Basement Kantor Wali Kota Singkawang.

Bagi saya, menjadi narasumber bukan sekadar berbicara di depan peserta. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyalakan keberanian, dan meyakinkan para guru bahwa setiap guru sebenarnya memiliki cerita, pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang layak dituliskan menjadi sebuah buku.

Menulis bagi guru bukan hanya tentang menghasilkan karya. Menulis adalah tentang meninggalkan jejak. Apa yang kita tulis hari ini mungkin menjadi inspirasi bagi guru lain, menjadi bahan belajar bagi peserta didik, bahkan menjadi warisan pemikiran yang tetap hidup ketika kita sudah tidak lagi berada di ruang kelas.

Hal yang paling membahagiakan adalah melihat antusiasme seluruh peserta. Karya-karya yang lahir begitu beragam, kreatif, dan penuh makna. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Setiap karya memiliki cerita, setiap penulis memiliki perjalanan, dan setiap halaman yang ditulis adalah langkah kecil menuju sebuah karya besar.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Singkawang sebagai penyelenggara yang terus menghadirkan ruang belajar, berbagi, dan berkarya bagi para guru.

Terima kasih juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang yang senantiasa menjadi orang tua yang memberikan dukungan terhadap berbagai ikhtiar IGI dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru.

Semoga SAGUSAKU tidak berhenti pada kegiatan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan. Karena saya percaya:

Guru yang mengajar akan menyalakan ilmu.
Guru yang menulis akan mengabadikan ilmu.
Dan guru yang berkarya akan meninggalkan inspirasi.

Mari terus menulis.
Bukan untuk sekadar memiliki buku, tetapi untuk memastikan bahwa pengalaman kita hari ini dapat memberi arti bagi generasi di kemudian hari.

Andri Suwandi, S.Pd.
Guru SDN 61 Singkawang

Dokumentasi klik disini


Karya buku "Ketika Guru Masih Menjadi Cahaya" https://www.ruangceritaku.my.id/.../ketika-guru-masih...

Menjadi Juri Apresiasi GTK Kota Singkawang 2026: Belajar dari Guru-Guru Hebat

 

8–9 September 2026 menjadi salah satu momen yang berkesan dalam perjalanan saya sebagai pendidik. Pada tanggal tersebut, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari Tim Juri Apresiasi GTK Tingkat Kota Singkawang Tahun 2026.

Kepercayaan ini tentu saya sambut dengan rasa syukur. Bagi saya, menjadi juri bukan semata-mata tentang menilai sebuah karya, tetapi tentang mendapatkan kesempatan untuk melihat, mendengar, dan belajar dari berbagai pengalaman serta inovasi para pendidik.

Bukan Sekadar Menilai, tetapi Belajar dan Mengapresiasi

Selama pelaksanaan kegiatan, saya bertemu dengan para guru dan tenaga kependidikan yang hadir membawa karya, gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang beragam. Setiap peserta memiliki cerita perjuangan dan proses yang tentu tidak sederhana.

Ada gagasan yang lahir dari persoalan di kelas. Ada inovasi yang berkembang melalui proses panjang. Ada pula praktik baik yang sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi peserta didik.

Dari sana saya kembali diingatkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang perubahan justru lahir dari kepedulian seorang guru terhadap satu persoalan kecil yang ditemukan dalam proses pembelajaran.

Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah semangat para peserta untuk terus belajar dan berbagi.

Apresiasi untuk Seluruh Peserta

Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Apresiasi GTK Kota Singkawang Tahun 2026.

Setiap karya memiliki keunikan dan kekuatannya masing-masing. Setiap peserta telah memberikan yang terbaik melalui proses, persiapan, dan pengalaman yang mereka miliki.

Bagi saya, keberanian untuk tampil, berbagi praktik baik, dan menunjukkan karya kepada orang lain merupakan bagian penting dari perjalanan seorang pendidik.

Karena pada akhirnya, pendidikan tidak tumbuh hanya dari mereka yang mengajar, tetapi juga dari para guru yang mau belajar, berani mencoba, bersedia berbagi, dan terus memperbaiki diri.

Saya percaya, setiap karya yang lahir dari ruang-ruang pendidikan memiliki kemungkinan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain.

Sebuah Ruang untuk Saling Menguatkan

Apresiasi GTK bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan penghargaan. Lebih jauh dari itu, kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dan praktik baik.

Ketika seorang guru berbagi pengalaman, guru lainnya mendapatkan inspirasi.

Ketika seorang guru menunjukkan inovasi, guru lainnya mendapatkan keberanian untuk mencoba.

Dan ketika pengalaman-pengalaman tersebut terus dibagikan, maka lahirlah sebuah ekosistem pendidikan yang saling menguatkan.

Inilah yang menurut saya menjadi nilai penting dari kegiatan Apresiasi GTK.

Terima Kasih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang

Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi bagian dari kegiatan Apresiasi GTK Tingkat Kota Singkawang Tahun 2026.

Kepercayaan ini menjadi sebuah pengalaman berharga sekaligus tanggung jawab untuk terus belajar dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.

Semoga berbagai program dan ruang apresiasi bagi guru serta tenaga kependidikan di Kota Singkawang terus berkembang dan menjadi energi positif bagi lahirnya semakin banyak praktik baik di satuan pendidikan.

Menjadi Juri, Pulang Membawa Inspirasi

Saya datang sebagai juri.

Namun, saya pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman menjalankan tugas.

Saya membawa inspirasi dari para guru hebat yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan pendidikan.

Saya semakin percaya bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Tidak ada guru yang berhenti bertumbuh ketika ia masih memiliki kemauan untuk belajar.

Bagi saya, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa setiap guru memiliki cerita, setiap karya memiliki nilai, dan setiap langkah kecil untuk memperbaiki pendidikan layak mendapatkan apresiasi.

Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berbagi karya dan inspirasi.

Teruslah berkarya. Teruslah belajar. Teruslah berbagi.

Sebab mungkin bagi kita, sebuah karya terlihat sederhana. Tetapi bagi seseorang yang membacanya, melihatnya, atau menerapkannya di kelas, karya tersebut bisa menjadi awal dari sebuah perubahan.

Guru bergerak, pendidikan bertumbuh, dan masa depan anak-anak kita menjadi semakin baik.

— Andri Suwandi, S.Pd.
Guru SDN 61 Singkawang

Dokumentasi klik disini



Senin, 06 Mei 2024

Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10

 LOKAKARYA  1

PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 10

KOTA SINGKAWANG

Dokumentasi Lokakarya 1
(4 Mei 2024)

A.   LATAR BELAKANG

Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru, selain itu hadirnya guru penggerak diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar. Prinsip program adalah mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah maupun di luar sekolah menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning. Dengan menggunakan dua metode yang tadi dijelaskan, nantinya guru yang terdaftar di dalam program ini mereka juga harus mengikuti proses pembelajaran.

            Guru sebagai pendidik profesional memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan. Efektifitas penyelenggaraan pendidikan sangat terkait erat dengan keberhasilan guru dalam melakukan pendampingan terhadap peserta didik. Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan salah satu langkah strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya menggerakkan ekosistem pendidikan serta stimulator dan mediator berbagai praktik baik yang dilakukan guru.

            Model pembelajaran yang tertuang adalah menggunakan metode pelatihan dalam jaringan atau belajar daring, lokakarya, dan pendampingan individu.

Pendampingan melalui lokakarya ini bertujuan untuk:

a.      meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya;

b.      menjejaringkan CGP di tingkat kabupaten/kota;

c.       menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP; dan

d.      meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat sekolah dan kabupaten/kota.

             Laporan pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 pendidikan guru penggerak dilaksanakan dengan baik dan terarah, maka perlu dilakukan fungsi kontrol sebagai bahan laporan yang akan digunakan oleh BBGP/BGP sebagai bentuk pertanggung jawaban aktivitas lokakarya 1.

            Laporan ini adalah pelaporan pelaksanaan kegiatan Lokakarya 1 yang merupakan lokakarya kedua bagi setiap Calon Guru Penggerak. Diharapkan dengan adanya pelaporan ini, kami dapat menggunakannya sebagai alat evaluasi dan bahan pengembangan sehingga pendampingan Pengajar Praktik pada saat lokakarya akan semakin meningkat. Selain itu, melalui laporan ini dapat dijabarkan kejadian yang dihadapi pada saat lokakarya dan jika ini bagian dari masalah akan dapat diantisipasi di lokakarya berikutnya. 

B.   TUJUAN

Tujuan kegiatan pendampingan lokakarya 1 adalah sebagai berikut:

1.             Peserta dapat merefleksikan peran, nilai, serta kompetensi guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran.

2.             Peserta dapat memahami pengertian dan arti penting komunitas praktisi.

3.             Peserta dapat memetakan komunitas praktisi di daerahnya.

4.             Peserta dapat merefleksikan peran guru penggerak di dalam komunitas praktisi.

5.             Peserta dapat memahami optimalisasi dampak komunitas di satuan pendidikan.

C.    INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator keberhasilan dari kegiatan pendampingan lokakarya pertama adalah sebagai berikut:

1.      Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan peran, nilai, serta kompetensi guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran.

2.      Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan pengertian dan arti penting komunitas praktisi.

3.      Calon Guru Penggerak dapat membuat pemetaan komunitas praktisi di daerahnya.

4.      Calon Guru Penggerak dapat mendeskripsikan peran guru penggerak di dalam komunitas praktisi.

5.      Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan 3 Ide Besar untuk optimalisasi dampak komunitas praktisi di satuan pendidikan.

D.   SASARAN

Sasaran pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 adalah 27 CGP.  Dibagi dalam 2 kelas yaitu kelas Singkawang A terdiri dari 16 calon guru penggerak dengan 3 Pengajar Praktik dan kelas Singkawang B terdiri dari 11 calon guru penggerak dengan 2 Pengajar Praktik.

E.    PELAKSANAAN

Pelaksanan pendampingan lokakarya 1  diselenggarakan secara tatap muka (luring) pada hari Sabtu tanggal 4 Mei 2024.

No

Tempat

Alamat

Kab./Kota

Provinsi

1.

SD Negeri 94 Singkawang

Jl. Demang Akub Kel. Naram Kec. Singkawang Utara

Singkawang

Kalimantan Barat

 

F.    PIHAK TERKAIT

Pihak yang terkait yang terlibat pada pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 adalah sebagai berikut:

1.      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang

2.      Perwakilan BGP Kalimantan Barat 2 orang

3.      Panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang  2 orang

4.      Pengajar Praktik 5 orang

5.      Calon Guru Penggerak 27 orang, kelas A ada 16 orang dan kelas B ada 11 orang.

Adapaun daftar nama peserta adalah sebagai berikut :

Catatan. Kegiatan lokakarya 1 PGP Angkatan 10 Kota Singkawang diikuti oleh semua PP dan CGP.

G.   DESKRIPSI PELAKSANAAN PENDAMPINGAN LOKAKARYA 1

 1.    Pembukaan  kegiatan

     Kegiatan Lokakarya 1 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang dengan rangkaian acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan kepala SD Negeri 94 Singkawang, dan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Bapak H. Asmadi, S.Pd.,M.Si. Kegiatan Pembukaan dihadiri oleh Kadisdikbud Kota Singkawang, 2 orang perwakilan BGP, kepala SD Negeri 94 Singkawang, 2 panitia, 5 Pengajar Praktik, dan 27 CGP Angkatan 10.

2.    Kebijakan Dinas Pendidikan dalam mendukung PGP

     Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas berpesan agar para CGP semakin bersemangat mengikuti dan bisa menyelesaikan pendidikan guru penggeraknya. Dapat terus tergerak, bergerak, dan menggerakkan. Memberikan dampak positif pada komunitas praktisi.

3.    Perkenalan Pengajar Praktik

Setelah melakukan ice breaking, biasanya suasana kelas sudah lebih akrab dan terbuka, gunakan kesempatan ini untuk mengingatkan mereka akan nama Anda dan pengajar praktik yang lain. Untuk menghemat waktu dan lebih mengenal, sebutkan nama Anda dan hal terbaik yang dialami sebagai guru di bulan ini dalam 1 kalimat ini. Setelah pengajar praktik lain berkenalan dengan cara ini, CGP diminta juga memperkenalkan diri kembali dengan cara tersebut.

4.    Pejelasan Tujuan dan Pembuatan Kesepakatan Kelas

·      Menjelaskan tentang tujuan lokakarya pertama. Setelah memberitahukan tujuan lokakarya pertama. Memberitahukan agenda kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tekankan bahwa materi yang akan dipelajari ini sudah tertera di buku saku pembelajaran yang mereka punya sebagai calon guru penggerak.

·      Setelah memberitahukan tujuan dan agenda belajar lokakarya pertama ini, beri kesempatan bertanya pada peserta. Setelah pemberian waktu untuk bertanya, ajak peserta untuk membuat kesepakatan bersama.

·      Memberikan salah satu saran untuk kesepakatan bersama. Saat salah satu pengajar praktik, menggali saran kesepakatan belajar dari peserta, Pengajar praktik lain mendokumentasikan kesepakatan belajar tersebut di flipchart atau PowerPoint, yang bisa dilihat oleh peserta. Kesepakatan belajar yang dibuat mendukung suasana belajar. Setelah semua ide terkumpulkan, pemandu membacakan kembali kesepakatan yang telah dibuat dan menyepakatinya bersama dengan peserta.

5.    Kepemimpinan dalam Diri

·           Membagi peserta menjadi 5 kelompok yang terdiri 2 orang untuk melakukan permainan.

·           Pengajar praktik mengucapkan selamat kepada yang menang dan meminta peserta untuk duduk.

·           Pengajar praktik mengajukan  pertanyaan dengan alur 4P untuk merefleksikan aktifitas mencari bola.

·           Melakukan diskusi nilai, peran dan kompetensi guru penggerak dan membagi 3 kelompok.

6.    Diskusi Komunitas Praktisi   

·           CGP berbagi tantangan 1 bulan pertama mengikuti PGP.

·           CGP melakukan refleksi manfaat komunitas praktisi.

·           Pengajar praktik menayangkan sekilas materi komunitas praktisi.

7.    Komunitas Praktisi di Sekelilingku

·           Mengidentifikasi komunitas praktisi yang sudah ada

·           Menganalisa pemetaan komunitas praktisi

·           Mengisi lembar pemetaan komunitas praktisi

8.    Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi

·           Pengajar praktik melakukan energizer

·           Memahami peran guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi

·           Menganalisa peran diri dalam memaksimalkan komunitas praktisi

·           CGP mengisi lembar peran diri dalam menggerakkan komunitas praktisi

·           Tahapan menggerakkan komunitas praktisi dengan menempelkan “poster tiap pos tahapan menggerakkan komunitas praktisi

·           Meminta potensi komunitas praktisi baru

9.    Optimalisasi Dampak Komunitas Praktisi di satuan Pendidikan

·           Melakukan refleksi tujuan

·           Melakukan diskusi 3 ide besar

10.     Penutupan

·           Mengajak CGP mengingat kembali materi yang telah dipelajari selama lokakarya pertama (mencari benang merah)

·           Melakukan refleksi hasil belajar

·           Kegiatan penutupan

·           Foto bersama

H.   EVALUASI

Evaluasi yang dilakukan pada pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 ini adalah:

1.        Permasalahan yang muncul

2.        Rekomendasi dan saran dari Pengajar Praktik

 

I.      PENUTUP

Laporan pelaksanaan pendampingan lokakarya 1 ini diharapkan menjadi bahan informasi untuk evaluasi dan kontrol pelaksanaan pendampingan individu maupun lokakarya Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Informasi yang didapatkan merupakan bahan tindak lanjut bagi pemangku kebijakan, penyelenggara serta pihak-pihak lain untuk tercapainya tujuan dari program.


H. DOKUMENTASI

 

Foto Bersama


Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang
(H. Asmadi, S.Pd.,M.Si)






































































 
TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA