Tanggal 28 September 2026 menjadi salah satu catatan berharga dalam perjalanan saya untuk terus belajar dan berbagi. Saya mendapat kepercayaan menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Program SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku): Menulis Buku Ber-ISBN Sampai Terbit Tahun 2026, yang dilaksanakan di Basement Kantor Wali Kota Singkawang.
Bagi saya, menjadi narasumber bukan sekadar berbicara di depan peserta. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyalakan keberanian, dan meyakinkan para guru bahwa setiap guru sebenarnya memiliki cerita, pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang layak dituliskan menjadi sebuah buku.
Menulis bagi guru bukan hanya tentang menghasilkan karya. Menulis adalah tentang meninggalkan jejak. Apa yang kita tulis hari ini mungkin menjadi inspirasi bagi guru lain, menjadi bahan belajar bagi peserta didik, bahkan menjadi warisan pemikiran yang tetap hidup ketika kita sudah tidak lagi berada di ruang kelas.
Hal yang paling membahagiakan adalah melihat antusiasme seluruh peserta. Karya-karya yang lahir begitu beragam, kreatif, dan penuh makna. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Setiap karya memiliki cerita, setiap penulis memiliki perjalanan, dan setiap halaman yang ditulis adalah langkah kecil menuju sebuah karya besar.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Singkawang sebagai penyelenggara yang terus menghadirkan ruang belajar, berbagi, dan berkarya bagi para guru.
Terima kasih juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang yang senantiasa menjadi orang tua yang memberikan dukungan terhadap berbagai ikhtiar IGI dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru.
Semoga SAGUSAKU tidak berhenti pada kegiatan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan. Karena saya percaya:
Guru yang mengajar akan menyalakan ilmu.
Guru yang menulis akan mengabadikan ilmu.
Dan guru yang berkarya akan meninggalkan inspirasi.
Mari terus menulis.
Bukan untuk sekadar memiliki buku, tetapi untuk memastikan bahwa pengalaman kita hari ini dapat memberi arti bagi generasi di kemudian hari.
Andri Suwandi, S.Pd.
Guru SDN 61 Singkawang
Dokumentasi klik disini
Karya buku "Ketika Guru Masih Menjadi Cahaya" https://www.ruangceritaku.my.id/.../ketika-guru-masih...








0 comments:
Posting Komentar